Rabu, 05 Mei 2010

Traditional Japanese music


One of the characteristics of traditional Japanese music is a sparse rhythm. It also doesn't have regularchords. In Japanese music, one cannot beat time with one's hands because there is an interval ma(). The rhythms are based on ma; silence is important. Japanese music flows, in an attempt to reflect the feeling of nature. The tempo usually starts out very slow and gets faster, returns to being slow again, and has a drawn-out ending. Traditional Japanese music is influenced by Chinese musicbecause some of the musical instruments used in it came from China.

Types of traditional Japanese music

Theatrical:

Kabuki

Kabuki (歌舞伎) is a type of Japanese theatre. The music of kabuki can be divided into three parts:

  • Gidayubushi – largely identical to jōruri.
  • Shimoza ongaku – music is played in kuromisu, the lower seats below the stage.
  • Debayashi – incidental music, played on the Kabuki stage; also known as degatariり.


Noh

Noh (能) or nōgaku (能楽) is another type of theatrical music. Noh music is played by the hayashi-kata. The instruments used are the taiko, ōtsuzumi, kotsuzumi , and fue (, flute).


Music

Gagaku

Gagaku (雅楽) is court music, and is the oldest traditional music in Japan. Gagaku music includes songs, dances, and a mixture of otherAsian music. Gagaku has two styles; these are instrumental music kigaku (器楽) and vocal music seigaku (声楽).

  • Instrumental Music
    • Kangen (管弦) - basically, a Chinese form of music.
    • Bugaku (舞楽) - influenced by Chinese and Korean music.
  • Vocal Music
    • Kumeuta (久米歌)
    • Kagurauta (神楽歌)
    • Azumaasobi (東遊び)
    • Sailboat (催馬楽)
    • Roue (朗詠)
  • Shomyo

    Shomyo (声明) is kind of Buddhist song which is an added melody for a sutra. Shomyo came from India, and it began in Japan in the Nara period. Shoumyo does not use musical instruments and is sung by one or more than two Buddhist monks.


    Jōruri

    Jōruri (浄瑠璃) is narrative music using the shamisen (三味線). There are mainly four jōruri styles. These has influence.

    • Gidayubushi (義太夫節)- During the Edo period, Takemoto Gidayu (竹本義太夫) began to play jyoruri in Osaka. This type of jōruri is forbunraku, (puppet plays).
    • Tokiwazubushi (常磐津節) - During the Edo period, Tokiwazu Mojidayu (常磐津文字太夫) began to play this style of jyoruri in Edo. This type of jōruri is for kabuki dances called Shosagoto.
    • Kiyomotobushi (清元節) - Kiyomoto Enjyudayu (清元延寿太夫) began to play this for kabuki dances in Edo during the late Edo period. He began to play this style in 1814. He played Tomimotobushi style at first. He spun off from Tomimotobushi style. He started Kiyomotobushi style. This style is light. This style is refreshingly unrestrained. This style is chic.
    • Shinnaibushi (新内節) - In the middle of the Edo period, Tsuruga Shinnai (鶴賀新内) began to play this for kabuki. This style of jōruri is typically alive and upbeat.



    There are other four jōruri styles. These does not has influence. Katōbushi , Icchuubushi and Miyazonobushi are old style. Katōbushi , Icchuubushi and Miyazonobushi are called Kokyoku (古曲). Kokyoku means old music. Exactly , Kokyoku is Icchuubushi , Katōbushi , Miyazonobushi and Ogiebushi(荻江節). Ogiebushi is not jōruri. Ogiebushi is like Nagauta.

    • Katōbushi (河東節) - During the Edo period, Masumi Katō (十寸見河東) (1684-1725) began to play this style. He started this style in 1717. This style is heavy.
    • Icchuubushi or Itchubushi (一中節) - During the Edo period, Miyako Icchuu (都一中) or Miyakodayuu Icchuu (都太夫一中)(1650-1724) began to play this style.
    • Miyazonobushi (宮薗節) or Sonohachibushi (薗八節) - During the Edo period, Miyakoji Sonohachi (宮古路薗八) began to play this style inKyoto. Miyazonobushi is modest style.
    • Tomimotobushi (富本節) - During the Edo period, Tomimoto Buzennojō (富本豊前掾) (1716-1764) began to play this style. Tomimoto Buzennojō played Tokiwazubushi style at first. He spun off from Tokiwazubushi style. He started Tomimotobushi style.

    Nagauta

    Nagauta (長唄) is music using the shamisen. There are three styles of nagauta: one for kabuki dance, one for kabuki dialogue, and one of music unconnected with kabuki.

    Ogiebushi (荻江節) is music like Nagauta. Ogie Royuu (荻江露友) (?-1787) began to play this style music. Ogie Royuu played Nagauta style at first. He spun off from Nagauta style. He started Ogiebushi style. This style music was mainly sung at Yoshiwara. Ogiebushi is classified as Kokyoku(old music). Now Kokyoku is Katohbushi , Icchuubushi , Miyazonobushi and Ogiebushi. Kokyoku is old music. In addition , Few play Kokyoku. (limited player) Player is old. Young player is few.

    Shakuhachi music

    Shakuhachi (尺八) music began in the Edo period. Buddhist monks played the shakuhachi as a substitute for a sutra. Sometimes the shakuhachi is played along with other instruments.

    Sōkyoku

    Sōkyoku (筝曲) uses the "Chinese koto" (guzheng), which differs from the Japanese koto (琴). There are two schools of sōkyoku.

    • Ikuta ryu - Originated in Eastern Japan. It is played with shamisen.
    • Yamada ryu - Originated in Western Japan. It is focused on songs.

Minggu, 02 Mei 2010

Bahasa


Ada tiga jenis huruf yang dipakai untuk menulis dalam bahasa Jepang. Bahasa Jepang sangat berbeda dengan bahasa China, namun huruf-huruf yang dipergunakan untuk menuliskan bahasa Jepang semula berasal dari China di mana konon dikatakan telah diciptakan ribuan tahun yang lalu. Huruf-huruf tersebut disebut kanji, bermula dari gambar benda. Dengan berlalunya waktu, gambar-gambar itu berubah, dan kebanyakan kanji tidak lagi terlihat sebagaimana bendanya semula; kini menjadi kata atau bagian dari kata. Ada sekitar 2000 kanji yang umum dipakai. Anak-anak mempelajari 1006 kanji di sekolah dasar dan 939 kanji lagi di sekolah menengah pertama.


Selain huruf kanji, orang Jepang juga menggunakan dua perangkat huruf fonetik, yaitu hiragana dan katakana, keduanya dikembangkan dari kanji. Tiap perangkat terdiri dari 46 huruf, yang merupakan suku-kata (biasanya berupa satu konsonan dan satu vokal, seperti "ka"). Dengan tambahan titik-titik khusus pada huruf tertentu, terjadi perubahan bunyi sehingga huruf-huruf ini dapat mengungkapkan semua bunyi dari bahasa Jepang modern. Hiragana dipakai bersama dengan kanji untuk menuliskan kalimat Jepang umum. Katakana dipakai untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa lain, nama orang dan tempat non-Jepang, bunyi, dan suara hewan.


Ada banyak dialek lokal dalam bahasa Jepang, disebut hougen. Untuk menunjukkan benda-benda yang sama, ada berbagai kata dialek yang berbeda-beda. Juga ada macam-macam variasi dalam logat dan intonasi, serta dalam akhiran pada kata kerja dan kata sifat. Meskipun demikian, orang-orang dari berbagai daerah dapat berkomunikasi dengan mudah karena menggunakan bahasa Jepang lisan standar yang sudah diterima secara luas.



Rabu, 28 April 2010

bahasa Jepang

Bahasa

Ada tiga jenis huruf yang dipakai untuk menulis dalam bahasa Jepang. Bahasa Jepang sangat berbeda dengan bahasa China, namun huruf-huruf yang dipergunakan untuk menuliskan bahasa Jepang semula berasal dari China di mana konon dikatakan telah diciptakan ribuan tahun yang lalu. Huruf-huruf tersebut disebut kanji, bermula dari gambar benda. Dengan berlalunya waktu, gambar-gambar itu berubah, dan kebanyakan kanji tidak lagi terlihat sebagaimana bendanya semula; kini menjadi kata atau bagian dari kata. Ada sekitar 2000 kanji yang umum dipakai. Anak-anak mempelajari 1006 kanji di sekolah dasar dan 939 kanji lagi di sekolah menengah pertama.

Selain huruf kanji, orang Jepang juga menggunakan dua perangkat huruf fonetik, yaitu hiragana dan katakana, keduanya dikembangkan dari kanji. Tiap perangkat terdiri dari 46 huruf, yang merupakan suku-kata (biasanya berupa satu konsonan dan satu vokal, seperti "ka"). Dengan tambahan titik-titik khusus pada huruf tertentu, terjadi perubahan bunyi sehingga huruf-huruf ini dapat mengungkapkan semua bunyi dari bahasa Jepang modern. Hiragana dipakai bersama dengan kanji untuk menuliskan kalimat Jepang umum. Katakana dipakai untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa lain, nama orang dan tempat non-Jepang, bunyi, dan suara hewan.

Ada banyak dialek lokal dalam bahasa Jepang, disebut hougen. Untuk menunjukkan benda-benda yang sama, ada berbagai kata dialek yang berbeda-beda. Juga ada macam-macam variasi dalam logat dan intonasi, serta dalam akhiran pada kata kerja dan kata sifat. Meskipun demikian, orang-orang dari berbagai daerah dapat berkomunikasi dengan mudah karena menggunakan bahasa Jepang lisan standar yang sudah diterima secara luas.

Kamis, 25 Maret 2010

Gimana cara gampang dapet beasiswa di jepang??

Bisa sekolah atau kuliah di Jepang tentunya menjadi impian banyak orang. Apalagi kalau kuliahnya nggak bayar alias gratis. Termasuk saya, dapat merasakan perkuliahan di Jepang adalah salah satu impian saya sejak dulu. Tapi ya namanya juga sekolah gratisan, pastinya cukup sulit juga untuk mendapatkannya.

Entah mungkin karena memang banyak peminatnya, atau karena memang syaratnya terlalu sulit dipenuhi, yang jelas... yang saya rasakan untuk mendapatkan beasiswa itu memang tidak mudah. Butuh perjuangan yang super. Perjuangan untuk mendapatkan beasiswa itu sudah saya mulai sejak baru lulus SMA. Semenjak itu, saya sudah pernah mencoba ikut tes EJU (Examination of Japanese University). Tes EJU adalah tes seleksi masuk universitas Jepang yang dikhususkan untuk calon mahasiswa asing (yang bukan berasal dari Jepang). Ujian EJU biasanya diadakan setahun sekali tiap bulan Juni/Juli. Ketika mengikuti seleksi EJU, dua kali berturut-turut saya gagal. Tetapi pada akhirnya saya malah mendapat beasiswa justru dari Monbukagakusho. Ini sih namanya minta Toyota tapi malah dikasih BMW, hehehe... Ohya, sedangkan untuk penjelasan selengkapnya mengenai tes EJU silahkan klik di situ

Umumnya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa sangat besar bagi orang yang memiliki nilai akademis tinggi. Tetapi berdasarkan cerita beberapa teman, juga pengalaman yang saya alami, ternyata hal ini juga tidak selalu menjamin. Bisa dikatakan gampang-gampang susah untuk mendapatkannya.

Berikut ini saya akan coba memberikan tips untuk mendapatkan beasiswa terlepas dari masalah nilai akademis. Sengaja saya tidak memberikan tips khusus dalam mendapatkan nilai akademis yang tinggi. Karena saya rasa hal itu memang suatu kekhususan yang belum tentu setiap orang dapat menerapkan tips yang sama. Bukankah cara belajar tiap orang itu berbeda-beda? Ada yang tipe pendengar, dia bisa mengerti dengan mudah cukup hanya dengan mendengar. Ada tipe visual, dimana dia akan mudah mengerti jika belajar dengan melihat suatu gambaran visual. Ada juga yang harus benar-benar mempraktekkan apa yang dipelajari untuk dapat mengerti. Nah... kalau soal tipe belajar, tentu kamu sendiri yang tahu apa tipe belajar yang cocok untuk kamu. Tinggal kembangkan saja sesuai dengan minat dan bakat kamu. Jika disertai usaha dan doa yang kuat, Insya Allah akan berhasil.

Sebenarnya tiap lembaga pendonor dana beasiswa menerapkan cara-cara dan tahapan seleksi yang berbeda-beda. Namun walaupun demikian, umumnya tahapan yang diterapkan memiliki cukup banyak kesamaan. Oleh karena itu, saya akan coba memberikan tips tentang beberapa tahapan seleksi yang pada umumnya sama diterapkan di banyak lembaga pendonor dana beasiswa. Tahapan seleksi yang pada umumnya sama dilakukan oleh berbagai lembaga donor adalah tes tulis, tes wawancara, dan penulisan essay rencana riset (biasanya khusus untuk program S2 dan S3).

1. Tes Tulis

Jenis ujian tes tulis umumnya diterapkan hampir di semua proses seleksi beasiswa. Jenis soal yang diberikan tentunya disesuaikan dengan tingkatan beasiswa yang akan diberikan, juga jurusan yang akan kita ambil di Jepang. Jenis mata pelajaran yang diujikan juga tergantung dari program yang kita ambil. Tetapi umumnya jenis mata pelajaran yang diujikan akan dibagi berdasarkan dua kelompok, yaitu kelompok IPA dan kelompok IPS. Bagi kelompok IPA, biasanya yang akan diujikan adalah matematika, fisika, kimia, dan biologi. Sedangkan untuk program IPS, biasanya yang diujikan adalah sejarah Jepang dan dunia, mata pelajaran IPS, dan matematika. Kamu bisa mempelajari berbagai tipe soal yang diujikan dalam tes tulis ini dari soal-soal yang sudah diujikan di tahun sebelumnya. Untuk mendapatkan soal-soal ujian yang sudah pernah diujikan, kamu bisa mengakses situs Study Japan atau Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Di sana kamu bisa mendownload berbagai tipe soal yang umumnya diujikan untuk seleksi beasiswa Jepang. Kamu bisa belajar dan latihan mengerjakan soal dari sana. Walaupun tiap tahun tentu soalnya akan berbeda, tetapi umumnya tipe soalnya tidak akan jauh berbeda dari tahun ke tahun. Sama halnya ketika kamu belajar untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk masukperguruan tinggi negeri di Indonesia. Cobalah pelajari setiap soal dengan baik. Kemudian coba kerjakan setiap soal. Jika kesulitan, jangan sungkan untuk menanyakannya ke guru atau orang lain yang bisa dimintai bantuan.

2. Tes Wawancara

Umumnya yang dilihat dari wawancara bukan hanya kemampuan akademis saja, tetapi juga dilihat kegigihan, kemauan, serta niat baik dari calon penerima beasiswa. Oleh karena itu, tunjukkan niat kamu bahwa di samping ilmu yang kamu dapatkan, kamu juga ingin menjadi penghubung dalam peningkatan kerjasama antara Indonesia dan negara Jepang. Biasanya pewawancara menghendaki ada kontribusi kamu dalam membina hubungan, baik itu secara langsung maupun tidak langsung di bidang pertukaran budaya. Tunjukkanlah sikap yang santun ketika sedang diwawancara. Jangan berikan jawaban yang berbelit-belit dan cukup jawab apa yang ditanyakan saja, tidak perlu melebar ke mana-mana, kecuali jika memang diminta untuk menjelaskan. Bersikaplah se-rileks mungkin dan jangan menunjukkan sikap tegang atau gugup. Tapi biasanya si pewawancara akan mencairkan suasana dengan sedikit bergurau ketika suasana terkesan tegang. Jadi tidak perlu takut! Selain itu, jangan terlalu khawatir dengan masalah bahasa. Sebab biasanya bahasa yang digunakan dalam wawancara belum tentu menggunakan bahasa Jepang. Bahkan ketika saya melaksanakan seleksi wawancara, saya diwawancarai menggunakan bahasa Indonesia. Beberapa lembaga pendonor juga terkadang ada yang menyaratkan wawancara dalam bahasa Inggris. Tetapi bahasa Jepang belum banyak digunakan, bahkan hampir tidak sama sekali. Terkecuali kalau kamu memang berasal dari jurusan Bahasa Jepang, dan bermaksud untuk melamar beasiswa program studi Bahasa Jepang.

3. Menyusun Rencana Studi

Dalam menyusun rencana studi, sebaiknya kamu memberikan alasan yang kuat mengapa kamu memilih bidang studi tersebut. Untuk memperkuat, dapat didukung dengan menjelaskan latar belakang pendidikan kamu. Sekaligus pentingnya studi tersebut bagi kemajuan di Indonesia dan dapat memberikan kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam perkembangan ekonomi, sosial, dan ilmu pengetahuan. Dalam memilih program studi, usahakan itu benar-benar merupakan minat kamu sendiri, bukan karena pengaruh orang lain. Sebab nantinya itu akan sangat berpengaruh pada saat kamu mencoba menjelaskan tentang rencana studi tersebut. Para penyeleksi beasiswa biasanya cukup ahli dalam menafsirkan bahasa pelamar beasiswa dalam essay yang mereka tuliskan. Dari sana mereka akan tahu, apakah kita benar-benar minat dengan bidang yang kita pilih atau hanya sekedar ingin tahu saja. Lebih jauh lagi, kalau memang kamu lulus dan mendapatkan beasiswa tersebut, kamu akan disalurkan ke jurusan/program studi yang sesuai dengan pilihan kamu. Jadi kalau dari awal saja tidak mantap dengan pilihan kita, dikhawatirkan nantinya akan berpengaruh pada saat menjalani kegiatan perkuliahan yang sebenarnya.

Kalau memang kamu sulit untuk mendapatkan beasiswa Jepang yang disediakan dari Indonesia, jangan kuatir! Sebab beasiswa yang disediakan bagi mahasiswa asing yang ada di Jepang ternyata lebih banyak jumlahnya. Selain itu peluangnya pun bisa lebih besar jika dibandingkan dengan mendapatkan beasiswa di Indonesia. Hanya saja, tentu harus disertai dengan persiapan dan pertimbangan yang matang. Cukup banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika kita memilih alternatif mencari beasiswa langsung di Jepang. Mulai dari risiko tidak lulus, biaya hidup yang harus ditanggung sendiri selama mencari beasiswa, dan risiko-risiko lainnya yang juga harus dipertimbangkan. Tapi walaupun demikian, jangan mudah menyerah ya! Insya Allah yang namanya hasil itu akan selalu berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan. Jika usahanya maksimal, pasti hasilnya juga maksimal. Selamat Berjuang!

Selasa, 23 Maret 2010

bedanya shounen, shoujo, bishounen and bishoujo

Jenis anime dan manga tuh banyak banget. Kalau saya, terkadang saya bingung bagaimana membedakannya, saya tidak tahu bagaimana dengan kebanyakan orang.

Menurut pembacanya, manga dan anime tuh dibedain menjadi shounen dan shoujo. Manga dan anime diperuntukan untuk cowo, kalau shoujo diperuntukan untuk cewe. Tapi apa bedanya bishonen dan bishoujo??

kalau menurut sumber yang saya dapat sih bi di depan shounen dan shoujo memiliki arti cantik. Jadi, bishoujo itu artinya cewe cantik, kalau bishounen artinya cowo cantik.

Jadi tokoh yang diceritain di manga atau anime bishoujo adalah cewe cantik yang biasanya disenengin sama cowo-cowo dan diselingi kisah yang dramatis dan kocak.

Contoh anime bishoujo antara lain Galaxy Angel, Chrono Crusade, DearS.

Kalau contoh anime bishounen antara lain Card Cadaptor Sakura, Air Magic, Knight Rayearth, dan Clamp School.